Recent comments

Breaking News

Anton Tabah: PEMERINTAH MAU ATUR TEXS KHOTBAH? APA NKRI NEGARA KOMUNIS ??


KABARINDOnews -  Ada wacana teks khotbah Jumat akn diatur pemerintah bahkan teksnya akan disiapkan oleh Kemenag supaya khotbah menguatkn persatuan dan kesatuan dan terhindar dari ajaran faham radikalisme.
Redaksi telah minta tanggapan pada Ketua Penanggulangan Penodaan Agama (Bakorpa) yg juga Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat Anton Tabah via telpon Jumat 24 Januari 2020 sbb:

Masya Alloh ada apa lagi ini kemenag ko berwacana dungu seperti itu. Mosok khotbah diawasi dan texsnya dari Depag. Memanganya NKRI jadi negara komunis apa? Beberapa waktu yang lalu penguasa juga ancam melarang demo, mahasiswa yang demo akan di DO, pelajar yang demo tidak akan diberi SKCK, buruh yang demo akan di PHK. Dst. Aneh rezim ini jadi mirip negara komunis kah? Era pak Harto yang dianggap otiriter saja tidak begini. Dan kini ada istilah presiden adalah pekerja partai, ini juga hanya di negara komunis. Apa NKRI jadi negara komunis?

Kenapa rezim ini terlalu ikut campur urusan agama masyarakat,? Apalagi hanya ke Islam? Tak seperti omongan menag di awal-awal ia bilang "saya bukan menterinya umat Islam" lha kok jadi begini? Lihat pelajaran sejarah perang dihapus tuduh umat dan ulama radikal. Padahal sampe hari ini belum ada difinisi tentang radikalisme, sampe polisi pening, pasal apa yg bisa jerat radikalisme belum diketemukan. Tandasnya.

Tak perlulah penguasa awasi khotib-khotib apalagi buat teks khotbah segala."Jika ditemukan ada khatib yang tak sesuai  ketentuan syariah masyarakat yang melakukan koreksi atas khotbah yang dinilainya tersebut. Seperti dilakukan umat se Indonesia pada khotbahnya menag Fahrurozi yg tak ikuti aturan syar'i beberapa waktu yang lalu.
Mantan Jendral Polri tsb juga mengingatkan.
UU yang atur kebehasan bicara menyampaikan pikirannya di muka unum sudah lengkap dan detil. Juga UUD45 dan Pancasila sudah cukup dipedoman oleh masyarakat dan aparat. Pungkasnya. [rmol/IG/KIN/

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :