Recent comments

Breaking News

Penolakan RUU P-KS di Berbagai Daerah Semakin Marak


KABARINDOnews - Jakarta, Berbagai organisasi pemuda di berbagai daerah mengadakan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Mulai dari Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Padang, Samarinda, Bangka Belitung dan Bali. Penolakan ini dilakukan untuk meminta DPR agar tidak mensahkan RUU P-KS.
Di Jakarta, massa yang menolak dan mendukung RUU P-KS mengadakan aksi yang sama di lokasi yang sama. Walau tidak sampai terjadi bentrokan, kedua massa aksi sempat saling adu yal – yel. Saling adu yel – yel tersebut terjadi saat masing – masing massa hendak pulang.
“Yang harus menjadi catatan bagi masyarakat adalah, kejahatan seksual ini bisa menimpa siapapun. Karena kejahatan seksual tidak melihat jenis kelamin, usia, dan lokasi. Indonesia memang darurat kejahatan seksual,” jelas Rifda koordinator lapangan Aliansi Cerahkan Negeri (ACN).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kita harus mendorong edukasi kepada masyarakat bahwa ketika terjadi kejahatan seksual, masyarakat harus berani bicara. Jangan pernah malu untuk melaporkan tindak kejahatan seksual yang terjadi pada dirinya atau pada lingkungannya.
“Dan kita sebagai warga negara Indonesia, kita bersyukur karena undang – undang yang kita mliki saat ini sudah lengkap. Karena itu tidak perlu ada undang – undang baru. Apalagi jika undang – undang tersebut maknanya bias dan multitafsir,” kata dia.
Di Bandung, ratusan pemuda yang diprakarsai oleh Aliansi Ruang Riung (ARR) mengadakan long march di Car Free Day (CFD). Yang menarik, aksi damai ini juga diramaikan oleh para pemuda lelaki, yang merasa dirinya juga mempunyai kepentingan untuk melakukan penolakan terhadap RUU P-KS. Menurut Andri Oktavinas, ketua ARR RUU P-KS harus ditolak karena bertentangan dengan ideologi bangsa yaitu Pancasila dan Undang – Undang Dasar (UUD) 1945.
“Selain itu, para pengusung RUU tidak pernah menggubris berbagai masukan yang dilakukan oleh organisasi masyarakat yang melakukan penolakan. Malah mereka justru menstigma kami dengan berbagai stigma negatif,” kata dia.
Indonesia Tanpa JIL (ITJ) chapter Padang menginisiasi penolakan RUU P-KS di kota Padang. Aksi penolakan dilakukan sekitar satu jam, sejak jam 08.00 – 09.00. Primananda Alfidiya menjelaskan, “Aksi penolakan ini bersifat tholistik. Artinya tidak hanya kampanye edukasai dan kampanye di jalanan tapi juga sudah melalui pengkajian akademik dan jalur resmi di parlemen,” katanya.
Selain itu Prima juga mengajak berbagai lapisan masyarakat tidak henti menyuarakan penolakan RUU P-KS. Karena menurutnya, RUU ini mengandung nafas liberalisme yang sangat kental dan dikhawatirkan akan menghancurkan tatanan keluarga serta moral bangsa.[HS/IG/KIN]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :