Recent comments

Breaking News

IDE REVOLUSI MENTAL JOKOWI ADALAH PAHAM KOMUNIS




KABARINDOnews - Istilah 'revolusi mental', yang pernah digembar-gemborkan Jokowi,sudah lama didengungkan gerakan sosialis-komunis di kawasan Eropa dan china

Revolusi mental sendiri tujuan utamanya adalah mendobrak kungkungan ajaran agama. Karena dogmatisme agama dianggap menghambat kemajuan peradaban,Dalam artian agama hanya membuat manusia tidak bebas melakukan tindakan secara luas.

Karena itu lahirlah 'revolusi mental' untuk membebaskan masyarakat dari keterikatan agama.

Karl Marx menggunakan istilah 'revolusi mental' dalam satu bukunya "Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte" yang terbit tahun 1869. Yang menganggap agama hanya candu penganggu saja.

Revolusi mental juga menjadi tujuan dari "May Four Enlightenment Movement" (Gerakan 4 Mei, yang menjadi perlawanan rakyat pertama untuk menentang kekuasaan kekaisaran) di China 1919. Gerakan itu, diprakarsai Chen Duxui, pendiri Partai Komunis Cina (PKC).

Istilah itu ditujukan untuk mencuci otak kaum buruh dan petani dalam rangka menentang kekaisaran China.

Di indonesia istilah Revolusi mental juga di pakai oleh
D.N Aidit yang kita kenal sebagai ketua PKI (Partai Komunis Indonesia)

Tujuanya juga sama yakni mengganti hal-hal yang akan menghambat pergerakan komunis.

Ketika D.N Aidit terpilih menjadi ketua PKI, dia sukses menerapkan istilah “Revolusi Mental” kepada para kader PKI, dan ormas-ormas PKI lainnya seperti PEMUDA RAKYAT, BARISAN TANI INDONESIA, GERWANI , SOBSI DAN LEKRA yang dianggap simbol perlawanan kepada kaum Feodalis,kolot dan agamais sehingga dalam pidatonya ia mengatakan bahwa untuk melaksanakan revolusi mental maka manusia harus di jauhkan dari norma agama baik masalah ekonomi dan politik !

APA KAITANYA JOKO WIDODO DGN  ISTILAH KOMUNIS INI ?

Jawabanya adalah :

Joko widodo juga ternyata menggunakan istilah yang sama dalam kampanye 2014.REVOLUSI MENTAL !

Ide ‘Revolusi Mental’, jokowi dipublikasikan oleh media katolik Kompas, Sabtu, 10/5/2014.

Dalam penjelasanya jokowi mengatakan : 

 “Ekonomi ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Itulah ekonomi yang berdikari. Pembangunan ekonomi menurut kami ke depan dilakukan untuk pembangunan manusianya lebih dulu lewat pendidikan. Pendidikan Revolusi Mental yang harus kita lakukan”
(Debat Capres edisi II pada 15/06/2014)

APAKAH ADA BUKTI JOKOWI MENDUKUNG REVOLUSI MENTAL ALA KOMUNIS  ?


Jawabannya sbb :

1.Revolisi mental dengan mencabut UU Larangan PKI.

Tim Sukses kemenangan Jokowi-JK 2014, Musdah Mulia,Direktur Eksekutif Megawati Insitute, di Menteng, Jakarta, Rabu (18/6/2014) pernah menjelaskan  bahwa Capres dan Cawapres nomer urut dua, Jokowi-JK, siap cabut Tab MRPS No XXV/1966, tentang larangan paham komunisme, demi membangun Indonesia tanpa diskriminasi.


"Mencabut tab MPRS No XXV/1966 tentang larangan komunisme) akan kita lakukan, demi ngejamin perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM) kepada semua warga negara,"

"kita tidak akan tebang pilih dan mendiskriminisasi kepada seluruh warga negara dalam hal perlindungan HAM,"

"Ini memang harus dilakukan demi menghapus diskriminasi di negara ini, jadi tidak boleh ada diskriminasi nantinya, dan disini juga akan terlihat seorang pemimpin dimana berani mengambil keputusan yang berani,"
Kata Musdah kepada kabar7 di Menteng, Jakarta Pusat

Tidak heran kalau kemudian kader PDI-P, Rieke Diah Pitaloka berani mengadakan temu kangen dengan eks PKI di Banyuwangi

http://www.youtube.com/watch?v=wL5nZUS_OXU&feature=youtu.be

Ini menegaskan bahwa petugas partai PDI-P dan joko widodo mendukung legaliras para keluarga komunis untuk kembali Aktip berkarya termasuk mengobok obok NKRI.

2.Revolusi mental dengan melindungi kaum LGBT dan minoritas lain

"Tak ada diskriminasi terhadap kaum minoritas di Indonesia, dan jika ada yang terancam karena seksualitasnya, polisi harus bertindak melindungi mereka"
kata President Joko Widodo kepada BBC dalam wawancara eksklusif di Solo. 19 Oktober 2016

3. Revolusi mental dengan cara mendiskriminasi ulama

Sejak kemenangan jokowi dalam pilpres 2014 ternyata revolusi mental komunis menjauhkan rakyat dari agama telah di mulai.

Berdasarkan catatan Setara Institute, dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi-Kalla terjadi 197 peristiwa dengan 236 tindakan pelanggaran kebebasan beragama pada 2015.
Sedangkan, 91 peristiwa dengan 113 pelanggaran kebebasan beragama masih terjadi sejak Januari hingga September 2016.
(Harian kompas Senin, 24 Oktober 2016 )

Ini ternyata terus berlanjut hingga memasuki pilpres 2019 !!

Tidakkah anda sadar ulama di tekan dalam dakwah ?
Tidakkah anda sadar bahwa kasus HRS adalah bentuk tekanan joko widodo dan kroninya sehingga beliau bukanya di permudah menyelesaikan problemnya tetapi dibuat alot dan rumit ?

Itu Bentuk Revolusi mental dimana agama dan ulama di jadikan permainan.

Menurut saya jokowi bermuka ganda dalam hal ini.

Disatu sisi ia mendekati ulama untuk mencapai dan mempertahankan kekuasaan mengingat mayoritas penduduk indonesia adalah muslim.seandainya negara ini bukan mayoritas muslim barangkali ulama tdk berguna.

Disisi lain jokowi membuli,menekan,mendiskrinasi ulama yang tidak sejalan dengan dirinya.Dari sini terlihat bahwa keadilan itu tidak tegak di era pemerintahan jokowi.semua tdk bisa memungkiri kenyataan ini.

Ada banyak kasus sejak jokowi menjadi presiden yang berindikasi menghidupkan REVOLUSI MENTAL KOMUNIS  misalnya tentang suara azab,ulama mesti di sertifikasi, menghapus kolom agama di kartu penduduk dan lain lain.Disisi lain kaula muda di ajak bebas,kreatif berevolusi mental sehingga banyak berkelakuan ala china,eropa kafir atau istilahnya ikut trend modernisasi kebablasan.

Satu satunya jalan bagi kita yang berfikir kritis adalah dgn menyelamatkan negara ini dari kebebasan berfikir ala komunis.

Kita perlu perubahan di tahun 2019-2024 dan seterusnya menuju arah perbaikan moral tidak hanya semata pamer pembangunan dan pencintraan yang tdk penting.

2019 semoga kita memiliki pemimpin yang lebih baik secara moral,kwalitas dan bobot dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.



By.Von Edison Alouisci
Update 12.11.2018
( penulis dan Analisis)

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :