Recent comments

Breaking News

Massa Tuntut Penjarakan Sukmawati



KABARINDOnews-, Ribuan peserta Aksi Bela Islam bersiap menuju ke Kantor Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat. Massa berunjuk rasa ke Bareskrim untuk menuntut agar polisi segera manangkap Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah menistakan agama Islam lewat puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’.
Jumat (6/4/2018) siang, massa Sholat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Selesai Sholat Jumat, massa berkumpul di pandu sebuah mobil komando. Di atas mobil komando, perwakilan massa mulai berorasi.

Sejurus mobil komando ke luar dari Masjid Istiqlal, massa pun bergerak mengarah ke Kantor Bareskrim di Jalan Merdeka Timur.
"Kita bersiap ke Bareskrim. Harus tertib, jangan tutup jalan, jangan bikin macet. Harus tertib ya," ujar Hamdi seorang orator massa di atas mobil komando.

Ribuan peserta aksi mulai begerak mengikuti mobil komando tersebut. Mereka melantunkan salawat kepada Nabi Muhammad. Arus lalu lintas di Jalan Katedral yang dilalui massa seketika padat merayap.

Pengurus Persaudaraan Alumni (PA) 212 Dedi Suhardadi mengklaim ribuan orang akan mengikuti Aksi Bela Islam 64 untuk merespons dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri lewat puisi Ibu Indonesia.

Aksi 64 rencananya akan digelar pada Jumat (6/4) setelah salat Jumat, dan akan dimulai dari Masjid Istiqlal menuju Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

"Jumlahnya berapa, saya belum tahu, tapi ini banyak yang hadir kira-kira 10 ribuan," kata Dedi di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat
Dedi mengatakan aksi ini sebagai bentuk reaksi masyarakat terhadap puisi Sukmawati yang dianggap menista agama dan menyakitkan hati umat Islam.

Ia juga mengatakan pihak kepolisian harus memproses secara hukum anak mantan presiden RI Sukarno itu sebagai konsekuensi atas tindakannya tersebut.
"Setiap warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum. Ketika terjadi penodaan agama untuk suatu tindak pidana siapapun dia harus ikuti prosedur yang ada," kata dia.

Melalui aksi ini, Dedi berharap agar masyarakat dapat mengambil pelajaran dan berhati-hati dalam bersikap dan berekspresi. 
Hal itu bertujuan agar kejadian penistaan terhadap agama kedepannya tak terulang lagi di Indonesia. 



Sementara itu, petugas TNI-Polri dan Satpol PP, bersiaga mengawal aksi. Sebagian dari mereka mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi, mengurai kemacetan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, setidaknya sudah ada 6 ribu personel dikerahkan untuk mengawal aksi tersebut. Argo berharap, aksi berlangsung aman, damai dan kondusif serta tidak mengganggu masyarakat lainnya.

"Kami akan amankan, sudah ada 6 ribu personel lebih," ungkap Argo saat dikonfirmasi wartawan. [IG/KIN/okezone]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :