Recent comments

Breaking News

Ada Indikasi Operasi Intelejen Lewat Puisi Sukmawati.

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti
Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI).

 puisi sukmawati

KABARINDOnews-,
Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang mengandung penistaan agama Islam juga terindikasi bermuatan operasi intelejen.

Persoalan intelejen dari kelompok mana, kita tidak tahu pastinya, yang jelas Sukmawati lah operator operasi tersebut.

Puisi Sukmawati berdampak mendorong umat Islam seluruh Indonesia bereaksi melaporkan Sukma ke Kepolisian sekaligus menggelombangkan aksi massa besar-besaran menuntut Sukma ditahan.

Pihak Kepolisian sendiri berkomentar ingin melakukan upaya pendekatan diluar hukum terhadap kasus Sukma. Kondisinya berbeda dengan penangkapan ulama, aktivis dan masyarakat yang kritis. Begitu mudah ditangkap, dipenjara dan diadili lalu dihukum.

Ini adalah operasi intelejen yang sengaja dibuat rumit. Dimana kerumitannya adalah soal bentuk sastra, seni dan budaya yang digunakan sebagai medianya. Sehingga masalah penistaan agama disini akan dicoba untuk ditenggelamkan dengan adu agumentasi njelimet lewat pendekatan linguistik, filsafat dan lain-lain.

Padahal persoalannya sangat sederhana. Sudah jelas konten puisi Sukma menista agama Islam dilihat dari sudut pandang manapun. Khususnya melalui kaca mata hukum.

Seolah ada situasi untuk melemahkan sekaligus menyudutkan umat Islam atas aksi-aksi massa, lalu ada gejala di ujungnya justru umat Islam yang disalahkan. Disalahkan karena reaktif, tidak mau berdialog dan intoleran. Seperti biasa, tuduhan klasik di alamatkan ke umat Islam.

Selain itu, ada yang diharapkan lewat operasi puisi busuk (bu sukma) ini. Yaitu umat Islam terpancing emosinya lalu terjadi kerusuhan.

Jika pancingan tersebut tidak kena, maka kasus sukma ini prosesnya dibuat sedemikian rupa dan tekanan massa kembali membesar. Lalu menjadi gelombang besar dan dianggap mulai meresahkan. Sehingga bisa saja terjadi penangkapan-penangkapan ulama dan aktivis jilid baru.

Namun bisa juga kondisi berdampak pada penghentian kasus ini. Jika ini terjadi, berarti umat Islam ingin diperlihatkan sebagai pihak yang dikalahkan oleh serangan budayawati satu orang. Yaitu Sukmawati Soekarnoputri.

Berbicara proyek intelejen tentu tidak tampak bagaimana operasi tersebut dijalankan dan siapa pengguna (user) operasi tersebut. Akan tetapi pada akhirnya aksi awal adalah kunci dari reaksi dan kelanjutan aksi berikutnya.

Yang jelas, kelompok yang memainkan operasi ini mencoba mempengaruhi pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Konspirasi tingkat tinggi saat ini sedang berlangsung. Apapun terget utamanya adalah kekuasaan.

Namun dari semua penjabaran ini, umat Islam harus berhati-hati, cerdas dan cermat. Akan tetapi tidak boleh kalah oleh konspirasi busuk (bu sukma) ini. Tetap laporkan dan tetap dorong penegakan hukum yang seadil-adilnya. "Penjarakan Sukmawati !." [AndiAbdad/KIN]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :