Recent comments

Breaking News

Wakapolri: Masjid Bukan Tempat Kampanye




KABARINDOnews - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, masjid harus kembali pada fitrahnya sebagai tempat beribadah.

Syafruddin mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar memisahkan masjid sebagai tempat ibadah, dari urusan politik.

"Masyarakat harus memisahkan masjid sebagai tempat ibadah dengan urusan politik," ujar Syafruddin di Aula AHNasution di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018).

Ia menyanggah bila meminta urusan politik harus dilakukan atau dibicarakan di luar masjid. Menurutnya, hal itu adalah hal yang tidak bisa dibatasi.

"Masjid bukan tempat kampanye, meskipun kita menyadari pernah terjadi di atas mimbar masjid, disadari atau tidak disadari terjadi. Saking semangatnya, ada ucapan-ucapan dari mimbar masjid dijadikan arena politisasi," tuturnya.

Namun demikian, ia meminta masyarakat Indonesia bersyukur, terutama Umat Islam, lantaran di dunia ini Indonesia adalah satu dari dua negara di mana masjidnya tidak dikontrol oleh pemerintah.

"Hanya di Pakistan dan Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia patut bersyukur, khususnya Umat Islam, bahwa dengan tanpa dikontrol pemerintah, tanpa dikendalikan, tanpa diatur, tanpa dibiayai, masjid bisa sejahtera," kata jenderal bintang tiga itu.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengatakan, keberadaan masjid di Indonesia tak bisa dipisahkan dari kehidupan demokrasi. Masjid baginya memiliki peran penting untuk mendewasakan demokrasi di RI.

"Apa yang jadi fokus dialog kita, peran masjid, mubalig, dan politikus muslim, ketiganya bukan untuk dibenturkan. Masjid punya peran penting dalam kehidupan demokrasi," paparnya.[AndiAbdad/KIN]

sumber.wartakota.tribunnews.com

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :