Recent comments

Breaking News

Siapakah Dilan ??





KABARINDOnews -,
Kemarin malam, saya berpesan kepada istri untuk tidak mudah kagum terhadap sesuatu, untuk tidak mudah takjub ketika menjumpai hal-hal yang biasanya membuat orang terkagum-kagum, ataupun mudah terkejut ketika menjumpai sesuatu yang memiliki daya kejut terhadap emosional. Biasa saja. Tetap mawas diri.

Pesan itu saya lontarkan begitu saja sebagai hikmah dan pelajaran yang bisa saya sarikan dari cerita dia sebelum terlelap.
Namun, pesan tersebut seolah-olah adalah benar-benar pesan dan bentuk wanti-wanti—untuk saya dan istri—terhadap fenomena yang akhir-akhir ini viral.

"Rindu itu berat, kamu takkan kuat, biar aku saja."

DILAN. Hampir semua pengguna gadget tahu tentang lima huruf itu. Setidaknya hanya sekedar mendengar atau membaca dari tulisan yang berseliweran dari permukaan layar sentuhnya.

Saya sendiri tak begitu mengerti siapa itu dilan, orang mana, agamanya apa, pekerjaannya apa, bla, bla, bla... yang saya tahu hanya sebatas dilan adalah judul film bioskop yang akhir-akhir ini ramai ditiru salah satu adegannya oleh kawula muda. Kabarnya, film Dilan diangkat dari sebuah novel kisah jadul yang katanya menarik hati para pembaca.

Entah ini hanyalah strategi pemasaran untuk menjual produk lama dengan kemasan baru—difilmkan—atau murni edukasi, yang saya khawatirkan adalah adanya pesan terselubung di dalamnya.



Sontak, siang tadi saya mendapati ada sebuah foto separuh halaman dari novel Dilan. Di foto sepermukaan kertas novel Dilan itu, tampak sebuah adegan percakapan yang menyanjung-nyanjung Khomeini. Sayang sekali, saya tidak memiliki satupun dari serial novel yang katanya ada 3 buku itu.

Lalu, saya bergegas untuk search di Google. Saya ketik “dilan khomeini”.

BLARR... ternyata benar. Ada banyak link web yang menyangkut pautkan antara Dilan dengan Khomeini. Bukan narasi yang menyebutkan bahwa Khomeini adalah orang tua berkewarganegaraan Iran yang menyebarkan aliran sesat Syiah, namun justru menarasikan bahwa Khomeini adalah salah satu tokoh Muslim yang baik, pahlawan. Ini jelas pesan terselubung!

REMAJA MUSLIM JANGAN LATAH

Para remaja Muslim, bahkan aktivis Muslim, bahkan ustadz dan mubaligh, sudah terlanjur ikut memviralkan sosok Dilan di hadapan umat dan jamaah pengajiannya.

Lebih dalam lagi, para aktivis desain islami pun mengadaptasi gaya Dilan ini ke dalam dakwah grafis mereka. Promosi murah untuk menanam kata “Dilan” di benak setiap orang.

Namun, apakah mereka tahu bahwa DILAN itu membawa misi tebar aliran sesat Syiah?

Saya semakin tambah yakin setelah tahu bahwa novel Dilan diproduksi oleh penerbit yang sudah familiar menerbitkan buku-buku Syiah di Indonesia ini. Silakan Anda cek. Luruskan jika keliru.

Sekali lagi, temuan ini sangat sinkron dengan pesan yang saya sampaikan ke istri di malam sebelumnya. Dengan adanya kejadian ini, pesan ini saya rasa perlu untuk disampaikan kepada saudaraku sesama Muslim.

JANGAN LATAH, JANGAN NGGUMUNAN, JANGAN MUDAH KAGUM..

Mau dibungkus pakai model apapun, Syiah tetaplah sesat!
Mari menjadi Muslim yang baik.


[Humam/Andi Abdad/KIN]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :