Recent comments

Breaking News

KARTU KUNING DAN PELEMPARAN SEPATU


Oleh : Fahmi M.S Kartari


KABARINDOnews -,
Ketika respons dan apresiasi itu begitu besarnya terhadap Zaadit Taqwa yang memberikan kartu kuning pada Presiden Joko Widodo, berarti selama ini aksi mahasiswa untuk kritis terhadap kebijakan pemerintah sangat ditunggu!

Meskipun secara karakteristik, militansi dan daya fikir kritis pada generasi mahasiswa di zaman sekarang tidak bisa diperbandingkan dengan generasi 1998 apalagi zaman Malari 1974, namun aksi Ketua BEM UI di acara Dies Natalis Universitas Indonesia ke-68 ini adalah hal yang sensasional.

Aksi berani Zaadit ini bisa diperbandingkan dengan peristiwa dunia yang juga bersifat politis atau setidaknya berefek politis di masyarakat yang nyaris serupa dengan pemberian kartu kuning ini, yaitu ketika tahun 2008, seorang wartawan Irak bernama Muntadhar Al-Zaidi, melemparkan sepatu ke arah tubuh Presiden Amerika Serikat George Walker Bush pada suatu konfrensi pers di Baghdad.

Sepatu yang dilemparkan memang tidak mengenai tubuh Presiden Bush yang ketika itu berhasil menghindar, namun demikian peristiwa itu kemudian berhasil menjadi terkenal dan sulit dilupakan sekaligus membongkar kebohongan politis bahwa Presiden Bush mengklaim dirinya diterima oleh seluruh rakyat Irak.

Keberhasilan pendudukan pasukan Amerika Serikat dan koalisinya di Irak memang membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat di negara itu agar bisa dimaknai sebagai pembebasan dan bukan sebagai penjajahan sebagaimana yang banyak dituduhkan.

Umumnya propaganda klasik khas AS akan memanfaatkan media untuk dua tujuan yaitu mengabarkan pada dunia bahwa Presiden Bush didukung sepenuhnya oleh rakyat Irak, sebagai pembenaran. Fungsi lainnya dari propaganda tersebut adalah mempengaruhi rakyat Irak agar betul-betul terpengaruh secara luas untuk mendukung dan menerima.

Kenyataannya, tidak ada mayoritas rakyat yang menyetujui ataupun menerima pendudukan pasukan AS dan koalisinya di Irak, terlebih tujuan utama dibalik invasi militer tersebut adalah untuk meraih keuntungan dari minyak, bukan pelucutan senjata pemusnah massal.

Dunia jadi tahu bahwa aksi pelemparan sepatu oleh Zaidi tersebut sebagai ungkapan perpisahan yang pahit dan pesan bahwa mayoritas Irak tidak menerimanya. Peristiwa menggegerkan itu, menjadi penutup yang memalukan bagi George Walker Bush dan pendukungnya yang akan mengakhiri masa dua periodenya sebagai Presiden AS.

Hingga sekarang secara sosial dan politik, pendudukan sejak 19 Maret 2003 itu dianggap gagal karena banyak memakan korban sipil juga tentara AS dan koalisinya pasca Presiden Bush mengklaim kemenangan invasi tersebut pada tanggal 1 Mei 2003. Di atas korban-korban itu ada kebohongan yang menyakitkan dan kecaman dunia adalah kemampuan melihat kebohongan itu!

Adakah efek serupa yang sedang dihasilkan oleh Zaadit dari aksi kartu kuning tersebut? Yang jelas, aksi kelewat berani itu mengajak rakyat untuk berfikir kembali, benarkah mayoritas rakyat mendukung orang tertentu seperti yang kemarin diklaim dan akan diklaimnya lagi di hari-hari mendatang?

[AndiAbdab/KIN]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :