Recent comments

Breaking News

YANG AROGAN DILINDUNGI, SI PENISTA AGAMA DIBENTENGI DAN KEBENARANPUN DIANGGAP NISBI



KABARINDO - Ahok adalah ujian terbesar bangsa Indonesia, sebagaimana kita ketahui, pembelaan terhadap ahok sangat tidak main2, mulai dari pemimpin tertinggi negeri ini, para pejabat tinggi pemegang kekuasaan, para pucuk pimpinan penegakkan hukum, ketua-ketua partai sampai para taipan yg berjuluk 9 naga, dengan segala dukungan yg dia terima maka semakin menjadi jadilah kesombongannya. Ada banyak contoh menarik di negeri ini, saya sampaikan 3 (tiga) hal yang bisa kita jadikan perbandingan keadilan hukum dan persamaan hak atas setiap warga negara di Negara kita tercinta :

1.) Kasus demo Damai Bela Al Qur'an 4 November 2016, dimana ummat Islam yg berdemo jumlahnya sangat luar biasa, sampai-sampai ada yang menyatakan jumlahnya lebih dari 500 ribu orang, diakhir demo ada puluhan anak HMI dijadikan tersangka dan mereka sempat di ditahan, sedangkan tersangka Ahok yang menjadi PANGKAL PERMASALAHAN sama sekali tidak ditahan???!  kalau mau fair seharusnya dia diperlakukan sama, bahkan yang membuat kita lebih miris lagi tatkala Kapolri sebagai penegak hukum malah bermain kata-kata sehingga timbul kesan keberpihakannya kepada ahok,  perkatan dari petinggi penegakan hukum tersebut menimbulkan banyak penolakan dari berbagai kalangan, termasuk dari Muhammadiyah.

2.) Kasus kriminalisasi terhadap para pimpinan KPK, kita mungkin masih ingat dengan Ketua KPK Abraham Samad pada tgl. 28 April 2015 ditahan, padahal kasusnya sangat sepele (dituduh melakukan pemalsuan dokumen kependudukan), hal yang sama juga terjadi pada diri teman sejawatnya, Pak Bambang Wijanarko ditangkap dgn cara biadab waktu mengantarkan putrinya ke sekolah. Ahok dengan banyak kasus yg lebih berat sama sekali tidak diperlajukan seperti mereka ber dua, bahkan ketua KPK menyatakan (saat kasus sumber waras) tidak ada niat jahat dari ahok sehingga tidak ada proses hukum terhadap dirinya.

3.) 22 Agustus 2012, Ibu Rusgiani lewat di depan rumah Ni Ketut Surati, di gang Tresna Asih, jalan Puri Gading, Jimbaran, Badung - Bali.

Di depan rumah tersebut ada Canang, tempat sesaji upacara agama Hindu, "Tuhan tidak bisa datang ke rumah ini, karena Canang itu jijik dan kotor", demikian kata ibu Rusgiani kepada 3 orang temannya.

Atas ucapannya itu, Ibu Rusgiani dilaporkan kepada polisi. Dalam sidang pengadilan ibu Rusgiani berkata : "Tidak ada maksud menghina ataupun menodai agama Hindu, saya minta maaf, ucapnya"

14 Mei 2013, Hakim Ketua AA Ketut Anom Wirakanta Menjatuhkan Vonis 1 tahun 2 bulan Penjara kepada ibu Rusgiani.

Majelis hakim menyatakan : "Ibu Rusgiani telah terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana dengan sengaja mengeluarkan perasaan, atau melakukan perbuatan, yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan Agama   yang dianut di Indonesia.

Perkataan ibu Rusgiani dapat mengganggu Kerukunan Ummat Beragama, dan telah Menodai Agama HINDU".

Akankah ahok bernasib sama dengan Ibu Rusgiani ? ??
Nampaknya kita tidak bisa berharap terlalu banyak, karena sangat kasat mata keberpihakan penguasa dan penegak hukum terhadap ahok, hal itulah yang menurut saya semakin membuat ahok semakin sombong dan angkuh dan tetap melontarkan kalimat-kalimat yang semakin menambah sakit hati Rakyat dan Ummat Islam yang taat kepada agama yang dianutnya.

Kami tetap berharap dan berprasangka baik, bahwa hukum akan ditegakkan dan keutuhan NKRI tetap lebih diutamakan ketimbang (penguasa) lebih mementingkan 1 orang yang justru berpotensi memecah belah keutuhan NKRI yang sangat kita cintai, harap diingat dan jangan pernah lupa, kemerdekaan INDONESIA diraih dan di perjuangkan oleh ummat Islam yang menjadi mayoritas di negeri ini.

Hukum harus ditegakkan, PANCASILA harus di terapkan dan UUD 1945 harus dikembalikan kemurniannya karena sudah dikotori oleh berbagai amandemen demi kepentingan golongan/kelompok, NKRI bukan negara agama, bukan pula negara sekuler atau atheis, tetapi negara yg berdasarkan kepada Ketuhanan yang Maha Esa.

Pesisir Jakarta, 17 November 2016

[IG/KIN]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :