Recent comments

Breaking News

Pilkada serentak di lima daerah ditunda termasuk pemilihan gubernur Kalteng



BERITABARU-Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menunda pilkada serentak di
Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Fakfak di Papua, Kabupaten
Simalungun dan Kota Pematangsiantar di Sumatra Utara dan Kota
Manado di Sulawesi Utara.
KPU beralasan penundaan dilakukan karena ada perubahan komposisi
calon kepala daerah, menyusul putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha
Negara (PTTUN) di Jakarta terkait sengketa pasangan calon.
Sedianya pemungutan suara di lima daerah itu diadakan Rabu ini
(09/12) dalam pilkada serentak di seluruh Indonesia. Hingga kini KPU
belum bisa memastikan kapan pilkada di daerah-daerah yang ditunda
itu akan digelar.
Dalam kasus Kalimantan Tengah, pemilihan gubernur/wakil gubernur
Kalimantan ditunda hingga waktu yang belum ditetapkan karena
gugatan satu pasangan calon dikabulkan oleh PTTUN, sedangkan
nama pasangan itu tidak masuk di kertas suara yang sudah dipesan
untuk dicetak.
Disebutkan dalam putusan pengadilan bahwa Ujang Iskandar yang
berpasangan dengan Jawawi adalah calon gubernur dan wakil
gubernur Kalteng.
Menunggu KPU Pusat
Putusan itu keluar beberapa hari sebelum penyelenggaraan pilkada
serentak sehingga tidak ada cukup waktu mengubah logistik dalam
tempo singkat, kata Sekjen KPUD Kalimantan Tengah, Rigumi.
"Tidak memungkinkan karena kami harus mengakomodir surat suara
tiga pasangan calon. Sekarang yang sudah ada itu surat suara untuk
dua pasangan calon," jelasnya dalam wawancara dengan wartawan
BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir, pada Selasa malam (08/12).
Kisruh bermula ketika muncul pengaduan bahwa surat dukungan salah
satu partai untuk pasangan Ujang Iskandar-Jawawi palsu sehingga
akhirnya pasangan nomor tiga tersebut dibatalkan oleh KPU.Kedua
calon itu lantas mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta dan ternyata
dikabulkan.
Kertas suara sudah terlanjur dicetak dengan menampilkan dua
pasangan calon; nomor urut satu Sugianto Sabran-Habib H Said Ismail,
dan nomor urut dua adalah pasangan Willy Yoseph- Wahyudi K Anwar.
Dengan keluarnya putusan pengadilan, menurut Rigumi, KPUD
Kalimantan Tengah masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari KPU
Pusat.
"Kami besok atau paling lambat lusa akan menerima petunjuk setelah
KPU Republik Indonesia membaca, mempelajari salinan PTTUN
Jakarta." [IG/BB]

Sumber.bbc.com

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :