Menguak kebrutalan Komunis indonesia



KABARINDO-KEBRUTALAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA.
Bagi anak2 muda yang sekarang jangan sampai buta dengan sejarah
siapa itu PKI, Dan jangan bangga pakai atribut Komunis.
Barang kali yang belum baca tulisan Ust. Oki berikut ini:
Saya masih menyimpan cerita itu dari ayah dan Budhe saya. Hari itu
Gontor tegang. Semua santri diliburkan. Para Guru bersiaga, sedang
para santri banyak yang terdiam, tidak tahu apa yang harus
dilakukan...
Kabar yang mndebarkan itu akhirnya sampai juga. Partai Komunis
Indonesia sudah mencapai Jabung (barat Gontor) . Tinggal menunggu
jam saja maka mereka akan tiba di Gontor. KH Imam Zarkasyi dan KH
Ahmad Sahal di bantu kakak Tertua beliau berdua, KH Rahmat
Soekarto tengah berembug, bagaimana menyelamatkan para santri dan
Pondok. Beliau tidak peduli nasib mereka sendiri, yang beliau-beliau
fikirkan nasib para santri. Bagaimana agar mereka selamat, diungsikan
kemana, bagaimana setelah itu...Terjadilah percakapan dibawah ini
(seperti yang diceritakan Budhe saya) :
"WIs Pak Sahal, penjenengan ae sing Budhal ngungsi karo santri. PKI
kuwi sing dingerteni Kyai Gontor yo panjengan. Aku tak jogo Pondok
wae, ora-ora lek dkenali PKI aku iki...(Sudah Pak Sahal, antum saja
yang berangkat mengungsi dengan para santri.Yang diketahui Kyai
Gontor itu ya antum. Biar saya yang menjaga Pesantren, tidak akan
dikenali saya ini..." Kata KH Imam Zarkasyi
Kemudian Pak Sahal menjawab :
"Ora..dudu aku sing kudu ngungsi..Tapi kowe Zar, kowe isih enom,
ilmu-mu luwih akeh, bakale pondok iki mbutuhne kowe timbangane
aku. Aku wis tuwo, wis tak ladenani PKI kuwi..Ayo pak Zar, njajal awak
mendahno lek mati..." (Tidak, bukan saya yang harus mengungsi, tapi
kamu Zar (karena KH Imam Zarkasyi adalah adik kandung beliau).
Kamu lebih muda, ilmumu lebih banyak, pesantren ini lebih
membutuhkan kamu daripada saya. Saya sudah tua, biar saya hadapi
PKI-PKI itu. Ayo pak Zar, mencoba badan, walau sampai mati..."
Kedua Kyai itu berusaha meminta salah satu diantara mereka untuk
pergi mengungsi. Sungguh bukan nasib mereka yang difikrikan, tapi
nasib para santri. Akhirnya diputuskanlah bahwa beliau berdua pergi
mengungsi dengan para santri. Penjagaan pesantren di berikan kepada
KH Rahmat Soekarto. Lurah desa Gontor sekaligus Imam Jumatan di
Gontor sampai beliau wafat. Menuju ke arah timur, kearah Gua Kusuma
(masyarakat lebih mengenalnya dengan Gua Sahal). Jarak yang harus
ditempuh beliau berdua dengan para santri bukan terbilang dekat,
dengan kondisi jalan yang jauh dari dibilang bagus saat itu. Tapi
semangat beliau berdua memang luar biasa...
Akhirnya PKI betul-betul datang. Mereka berteriak-teriak mencari Kyai
Gontor...
"Endi kyai-ne?? Endi Kyai-ne?? Kon ngadepi PKI kene..Asu Kabeh...!!"
(Mana Kyainya, Mana Kyainya? Suruh menghadapi PKI sini, Anjing
semua..!!)
Mereka mulai merusak pesantren. Gubuk-gubuk asrama santri yang
terbuat dari Bambu dirusak. Kasur-kasur dibakar, buku-buku santri
dibakar habis. Peci, baju-baju santri yang tidak terbawa di bawa ke
pelataran asrama, diinjak-injak dan dibakar. Termasuk beberapa Kitab
Suci Al-quran.
Suasana mencekam, PKI berusaha masuk ke Rumah KH Rahmat
Soekarto (Pendopo saat ini, sekaligus Rumah TRIMURTI) sambil teriak-
teriak tidak jelas...
"Endi lurahe?? Gelem melu PKI po ra?? Lek ra gelem dibeleh sisan
neng kene..!!" (Mana Lurahnya? Mau ikut PKI apa tidak? Kalau ndak
mau sembelih sekalian disini)
Tapi kuasa Allah, para PKI itu seakan-akan menjumpai dinding kokoh
tak terlihat. Mereka saling dorong untuk masuk pendopo tanpa dinding
itu, KH Rahmat Soekarto terdiam dalam dzikirnya, memohon
keselamatan Gontor dan para santrinya. PKI itu semakin beringas,
mereka mengcung-acungkan clurit dan cangkul. Tapi tetap tidak bisa
menembus barikade "pagar ghaib" yang ada di Pendopo.
Akhirnya lasykar Hizbullah dan Pasukan Siliwangi datang. Pasukan
Pimpinan KH Yusuf Hasyim, itu merangsek dan mengusir PKI dari
Gontor. Para PKI itu lari tunggang langgang, karena serbuan itu.
Mereka meninggalkan apa yang mereka bawa, dan akhirnya
membiarkan Gontor dalam keadan porak poranda....
Sebuah pelajaran berharga...Bahwa Partai Komunis Indonesia adalah
musuh yang nyata bagi Umat Islam. Dia bahaya laten, kita tidak boleh
lengah sama sekali dan harus terus mewaspadainya...Belajar dari
sejarah...Jangan sampai lupa pada sejarah...!!
[IG/KIN]

sumber.facebook
Share on Google Plus

About irfan Ge

    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 komentar:

  1. dahulu boleh mereka berani,sekarang jangan berharap,1 nyawa muslim akan terganjar dengan 1000 nyawa PKI. disini saya berdiri dan DEMI ALLAH AZZA WAJALLA SEDIKIT SAJA PKI SENTUH SAKITI ULAMA KAMI AKAN KAMI CINCANG DENGAN IZIN ALLAH.

    ReplyDelete
  2. YUK CARI PEMIMPIN YG TDK MEMINTA JABATAN.
    KITA YG
    MENCARI DAN MENGANGKATNYA JADI PEMIMPIN KITA TANPA MENGHARAPKAN BALASAN------
    Selama ini pemimpin nasional kita mengajukan diri untuk dipilih.
    Mereka berusaha sekuat tenaga supaya dapat diangkat jadi pemimpin antara lain dengan :
    * mengobral uang kepada rakyat
    * mengobral janji kepada rakyat
    * bicara sana sini agar dipilih dengan menampilkan berbagai aksi promosi, dan lain sebagainya---------------------
    ADAPUN TIPE PEMIMPIN YG KITA CARI KURANG LEBIH MEMILIKI SIFAT-SIFAT SBB. :
    - SIDQ (jujur) - bukan pembohong
    - AMANAH - bukan pengkhianat
    - FATHONAH - bukan bodoh
    - TABLIGH - bukan menutupi kekurangan & melindungi kesalahan
    - BERIMAN & BERAMAL SHOLEH
    - NIAT YG LURUS
    - LAKI- LAKI
    - TDK MEMINTA JABATAN
    - BERPEGANG PADA HUKUM ALLOH
    - MEMUTUSKAN PERKARA DENGAN ADIL
    - TIDAK MENERIMA HADIAH
    - KUAT & SEHAT
    - BERLEMAH LEMBUT
    - TEGAS TDK RAGU2--------
    Promosikan Kiriman

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar di kolom sini :