Recent comments

Breaking News

Pak Presiden, Seperti inilah derita Kami

(Ditulis oleh Afni Zulkifli di akun Facebooknya pada Selasa tengah malam 20 Oktober 2015)



BERITABARU-Malam ini jelang berganti hari, pukul 23.15 WIB (20/10), asap
menyerbu hingga ke kamar tidur. Seperti biasa, terbatuk-batuk karena
tersedak asap. Untuk sedulur se Indonesia Raya yang tak berada di
daerah bencana, mau tahu rasanya siksa azab asap? Kira-kira,
beginilah deskripsi rasanya:
Saat dihirup, terasa ada serbuk-serbuk sisa kebakaran menusuk
hidung. Pedas!
Lalu partikelnya terasa mengisi rongga paru-paru dengan kasar. Berat
saat dihirup, lebih berat saat dilepas. Panas!
Sekali tarikan nafas (menghirup dan menghembuskannya kembali),
butuh waktu beberapa detik. Harus perlahan,pelan-pelan, jika tak ingin
dada terasa ditekan. Sesak Nafas..!!!
Dan itu saya rasakan di usia 30 tahun. Dan itu saya rasakan di kamar
ber-AC.
Bagaimana dengan para bayi yang baru lahir? Bagaimana dengan para
balita yang membutuhkan udara bersih untuk otak dan paru-paru
mereka? Bagaimana dengan para lansia yang kerja jantungnya sudah
melemah? Bagaimana dengan rakyat jelata yang tak punya AC di
rumah mereka? Bagaimana dengan Putri kecil saya Hanina? Sebagai
seorang Ibu, saya sudah berupaya sekuat tenaga mengipas-ngipas di
dekat hidungnya, berharap udara berbahaya tak dihirupnya saat tidur.
Tapi Hanina butuh bernafas. Udara berkualitas berbahaya itu, satu-
satunya cara agar putri kecil saya tetap bernyawa.
Ada video balita kejang-kejang dan muntah-muntah, digotong oleh
Ibunya yang begitu panik luar biasa. Itu video NYATA BUKAN
REKAYASA di daerah Palangkaraya. Kabarnya di sana tingkat ISPU
sudah melebihi 3.700. Padahal ISPU level berbahaya ada di angka 300.
Silahkan bayangkan bagaimana rasanya udara tercemar asap dengan
tingkat polutan di angka 3.700..!
Riau pernah disebut kepala BNPB menyentuh level 900 saja sudah
sesak, apalagi sampai di level 3.700. Neraka seperti apa yang sedang
dipertontonkan para penguasa dan pengusaha serakah perusak alam di
negeri ini...?!?
Para balita bertumbangan menghuni bilik-bilik rumah sakit. Tubuh-
tubuh mungil nan ringkih yang tak mengerti tentang hutan alam
berubah jadi lahan sawit itu, harus sekarat setelah menghirup udara
berkualitas berbahaya. Bukan sehari dua mereka bertahan, tapi sudah
berbulan-bulan lamanya.
Andai kami para Ibu berteriak dan mencaci maki pemerintah yang
kalian cintai, tolong maklumi. Ini soal HAK bernafas yang diberikan
gratis oleh Tuhan dan DIRAMPAS PAKSA oleh tangan-tangan manusia
serakah. Ini bencana yang harusnya bisa dihindari. Kami LAYAK dan
SANGAT PANTAS UNTUK MARAH....!!!
Korban terpapar asap di Riau (data terbaru) sudah mencapai 77.665
orang. Helloooooo Indonesia, itu angka-angka berasal dari manusia
semua. Mau berapa kuburan lagi yang harus digali, untuk disebut
bahwa bencana asap tahun ini sudah menjadi sebuah TRAGEDI....?!?
[IG/BB]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :