Recent comments

Breaking News

1 Januari 2016, Tarif Listrik 900VA Naik



BERITABARU-Tarif listrik dengan daya 900VA akan dihitung
sama dengan tarif berdaya 1.300VA mulai 1 Januari 2016, kata
Sekretaris Perusahaan PT PLN Adi Supriono.
"Nanti yang dimigrasi tarifnya. Kalau dia mau tetap pakai 900VA tidak
apa-apa, cuma harganya jadi beda listrik yang 900VA dan yang
nonsubsidi," kata Adi di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa.
Adi mengatakan PLN tidak akan memaksa pelanggan menaikkan daya
listrik, tetapi masyarakat mampu yang tetap menggunakan daya
450VA dan 900VA akan dikenakan tarif nonsubsidi seperti pengguna
daya 1.300VA.
Hingga akhir 2015, ujar dia, PLN menawarkan penambahan daya dari
900VA ke 1.300VA tanpa dipungut biaya untuk mendorong
masyarakat berpindah dari penggunaan daya 900VA yang disubsidi ke
1.300VA yang tidak disubsidi.
"Mekanisme pemindahan dari 900VA ke 1.300VA seperti tambah daya
saja, tetapi tidak bayar. Jadi nanti di meternya itu diganti mini circuit
braker (MCB) atau pembatas arusnya. Itu aja. Bukan meternya, tetapi
MCB-nya yang diganti," kata Adi.
Tarif listrik rumah tangga berdaya 1.300VA, kata dia, sesuai harga
keekonomian, yakni Rp1.352 per kwh, sedangkan selama ini tarif
listrik daya 450VA dengan subsidi sebesar Rp415 per kwh dan tarif
daya 900VA sebesar Rp605 per kwh.
Menurut Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, tarif keekonomian
tersebut diperhitungkan dari nilai tukar rupiah terhadap dolar,
perubahan minyak bumi serta inflasi.
Sementara untuk perpindahan daya dari 450VA ke 1.300, Benny
mengatakan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp797.000 dan dari
900VA ke 1300VA sebesar Rp375.000 dan hingga akhir tahun biaya
tersebut akan ditanggung PLN untuk masyarakat yang ingin berganti
daya.
Sedangkan untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut, tutur dia, PLN
telah mengunjungi langsung konsumen sejak pertengah Oktober
2015.
"Sosialisasi mulai minggu lalu di seluruh Indonesia, sosialisasi
langsung ke pers lokal, tokoh masyarakat, tokoh agama. Selama ini
masyarakat banyak bertanya kriteria mampu dan tidak mampu," ujar
dia.
Untuk kriteria mampu dan tidak mampu, Benny mengatakan PLN
memanfaatkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan
Kemiskinan (TNP2K) dan melakukan pengecekan langsung di
lapangan yang akan dilakukan hingga akhir tahun 2015 untuk
mengetahui pelanggan PLN dari daftar masyarakat miskin.
Berdasarkan data TNP2K jumlah masyarakat tidak mampu, miskin,
atau rentan miskin hanya sekitar 24,7 juta keluarga, sedangkan data
pelanggan PLN golongan 450 VA dan 900 VA yang mendapatkan
subsidi listrik sebanyak 48 juta pelanggan. Untuk itu, pemerintah akan
mencabut subsidi listrik bagi 23 juta pelanggan mulai awal 2016.[IG/BB]

sumber.tempo

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :