Recent comments

Breaking News

Tarif Listrik Token yang Merugikan Pelanggan, Beli Rp.100.000 dapat 73.000



BERIITABARU- Akhir-akhir ini kita di hebohkan oleh mencuatnya wacana bahwa 
konsumen Listik token telah di tipu oleh PT.PLN, Hal tersebut disebabkan karena potongan yang dikenakan dalam pembelian pulsa listrik terlalu tinggi hingga mencapai lebih dari 30% dari harga yang dibayarkan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mencontohkan, untuk pembelian pulsa listrik senilai Rp 100.000, maka isi pulsa yang dapat digunakan hanya sebesar Rp 73.000.
"Pakai pulsa (listrik) itu kejam sekali," kata Rizal, Senin (7/9/2015) 
Padahal, biaya administrasi untuk pembelian pulsa listrik diperkirakan hanya Rp 5.000. Oleh karena itu, bila ada pemotongan isi kuota listrik tersebut, setidaknya masih ada Rp 95.000.
Oleh karena itu, Rizal mengharap agar pemasangan listrik bagi masyarakat dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melakui pulsa atau meteran.
"Kami ingin tidak boleh lagi monopoli. Masyarakat dapat memilih pakai meteran atau pulsa," ujar Rizal. (tribunnews.com)
Dan ada yang lebih parah lagi, selain dari segi Administrasi, pelanggan pun kadan di tipu oleh penjual pulsa tokennya seperti yang kami temukan di website Borneonews.co.id

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) mengimbau masyarakat pengguna listrik prabayar agar mewaspadai pembelian token pulsa listrik. Sebab, PLN pernah menemui kasus, pelanggan yang ditipu harga tidak sesuai dengan jumlah daya listrik.
“Ada kasus penjulan token listrik palsu yang kami temukan. Pelanggan itu membayar Rp100 ribu, tetapi jumlah daya yang diterima setara dengan Rp20 ribu,” ungkap Manajer PLN Ranting Sampit Ginter Theo Limin, Jumat (6/2).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir memaparkan pihaknya tidak akan tinggal diam.
Apalagi Sofyan mengetahui pengguna pulsa kelistrikan berasal dari masyarakat menengah bawah.
"Prabayar memang untuk masyarakat yang miskin sekali," ujar Sofyan di gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/9/2015).
Sofyan pun berencana akan merubah skema pembayaran administrasi pelanggan kepada PLN.
Apalagi Rizal Ramli sudah meminta kisaran harga pulsa listrik Rp 100 ribu dan maksimal dipotong PLN Rp 5 ribu saja.
"Kami harus melakukan pengkajian dengan Menteri ESDM," kata Sofyan.[IG/BB]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :