Recent comments

Breaking News

Riau Ditetapkan Status Darurat Asap, Riau ingin Merdeka



BERITABARU-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman akhirnya menetapkan Riau berstatus Darurat Asap, Senin (14/9/2015).

"Kami menetapkan keadaan Provinsi Riau darurat pencemaran udara kabut asap," ungkap Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman, di rapatevaluasi Satgas Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Senin(14/9/2015). Keputusan ini disampaikan Plt Gubri usai menjalani rapat tertutup dan berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Riau yang bertahan diatas 300 Psi dan berstatus berbahaya. Secara teknis masing-masing dinas yang terkait di Povinsi Riau akan melakukan koordinasi penanggulangan sampai kabupaten dan kota yang betul-betul kondisi ispunya bertahan diatas 300 Psi.
"Besok saya dan 6 gubernur lainnya diundang oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan ini bahan kami untuk disampaikan disana," pungkas Andi Rachman.(goriau.com)


Karena seolah-olah ada pembiaran pada kebakaran Riau yang sudah lama terjadi ini, seorang aktivis mahasiswa menulis sebuah surat terbuka yang di tujukan ke presiden Jokowi :



SURAT TERBUKA untuk PRESIDEN saya tercinta JOKO WIDODO.
Assalamualaikum Wr. Wb
Salam satu Indonesia.
Salam Revolusi Mental.
Kepada bapak presiden yang ku sayangi dan banggakan.
Ini hanya tulisan kecil untuk seorang bapak yang berjiwa besar, tak
sebanding dengan kebaikan bapak yang selama ini saya lihat di media
massa kita.
Pak.. Apa kabar bapak?
Ibu Negara bagaimana kabarnya?
Apakah sehat sehat saja?
Saya doakan bapak dan sekeluarga sehat selalu tanpa kurang apapun,
terutama jgn sampai terkena ISPA ya pak, seperti teman teman saya di
Riau.
Kalau bapak terkena ISPA terus siapa lagi yang mengurusi negeri ini?
Kami butuh bapak, karena saya lihat di media massa, bapak sangat
baik..
Bahkan isu yang terbaru, bapak mempertemukan Go Jek dgn Ojek
Pangkalan, sungguh mulia diri bapak..
Pak.. Mohon luang kan waktu nya sedikit saja untuk membaca surat
ini.
Surat ini khusus saya buat untuk bapak.
Pak..
Riau memang tak sama macam Jawa Barat yang kursi DPR nya paling
banyak se Indonesia sehingga ramai diperebut kan oleh partai politik
untuk mendulang suara pada pemilu.
Riau juga bukan Sumatera Barat yang pernah mempunyai menteri
dalam negeri sehingga semua kejadian akan mendapatkan respon
langsung dari pemerintah.
Riau juga bukan Jogjakarta yang istimewa, walaupun provinsi miskin
tapi selalu menjadi daerah yang mendapat kaya perhatian dari
pemerintah pusat.
Riau juga bukan Aceh yang punya pasukan GAM sehingga republik ini
selalu ikut apa kata mereka.
Riau juga bukan Jakarta yg selalu dipandang khusus dalam segala hal.
Tapi asal bapak tau, minyak bumi kami pernah menjadi pemasok APBN
terbesar dari segi migas.
Perkebunan sawit Riau adalah yang terbesar dan selalu dibanggakan
oleh Indonesia dalam bidang perkebunan.
Kami juga rela memberikan seluruh harta kerajaan Siak Sri Inderapura
kami hanya untuk membangun republik ini ketika awal kemerdekaan.
Bahasa Indonesia yang kita pakai sekarang ini adalah bahasa yang
berasal dari provinsi kami.
Ya, memang..
Dari segi dunia kepahlawanan, pahlawan kami Tuanku Tambusai tak
setenar Pangeran Diponegoro yang namanya diabadikan menjadi nama
jalan dimana-mana.
Tari Zapin Melayu kami pun juga tak semenarik tari Kecak dan Pendet
yang selalu ditampilkan disetiap acara tingkat nasional.
Serta Kami pun hanya punya lagu "Lancang Kuning" yang tak
seterkenal lagu "Kampuong nan jauh di mato" meskipun di dalam lirik
lagu nya ada pesan tentang bagaimana cara kepemimpinan yang baik,
mungkin bisa juga menjadi tolak ukur bapak untuk memimpin negeri
kita yang kaya raya ini.
Apa bapak tau tentang kami?
Apa kami harus seperti Papua minta merdeka baru diperhatikan?
Apa kami harus berdemo ala Makasar baru bapak melihat kami?
Kami hanya minta republik ini adil. Bagaimana musibah di Jawa
diperlakukan, harusnya kami diperlakukan sama.
Selamatkan Bumi Lancang Kuning Sekarang Juga pak !
Kalau tidak, biarkan kami menentukan nasib kami sendiri !
KARENA BISA JADI JIKA SEPERTI TERUS, RIAU MERDEKA MENJADI
HARGA MATI!!
Terimakasih telah membaca surat ini pak.
Dan maafkan kelancangan kata kata saya yang menyinggung hati
bapak.
Karena saya hanyalah seorang manusia yang luput dari media, tidaklah
seperti bapak yang selalu muncul di media massa sehingga sudah
terbiasa dalam merangkai kata yang indah dan luar biasa.
Dari Seorang Aktivis Mahasiswa
Insanul Kamil Negarawan
(Komunikasi "12/ UIN Suska Riau).
-''M. Hadi Wijaya'' [IG/BB]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :