Recent comments

Breaking News

Aylan Kurdi, Balita yang Mengguncang Dunia




BeritaBaru-Ketika ia terbangun pada hari Rabu
(02/09/2015), seorang polisi Turki, Sersan Mehmet Ciplak tidak
tahu bahwa ia akan menjadi pusat dari foto mengharukan yang
akan membantu mendorong dunia Barat menyelamatkan
pengungsi Suriah keluar dari penderitaan mereka.
Ciplak adalah petugas yang mengangkat tubuh bocah 3 tahun
yang sudah tak bernyawa, Aylan Kurdi, dari sebuah pantai di
pantai barat daya Bodrum Turki. Kurdi ditemukan tertelungkup
mengenakan T-shirt merah saat ombak terus memercik di
tubuhnya saat upaya untuk menghidupkannya kembali ke
kehidupan tidak berhasil.
Foto balita dan petugas tersebut, yang akhirnya memeluk Aylan
dalam pelukannya dengan ekspresi kosong terkejut di wajahnya,
menyebar di seluruh dunia, melelehkan hati jutaan orang, yang
menyatakan terkejut dan kecewa kepada para pemimpin dunia
mereka karena tidak melakukan tindakan yang cukup untuk
menyelamatkan para pengungsi.
Ciplak memimpin tim investigasi TKP polisi di distrik resor
Bodrum di provinsi Mugla pada hari itu. Mereka ditugaskan
sekitar pukul 05:00 menuju Akyarlar Beach pada hari Rabu,
setelah menerima panggilan darurat tentang adanya perahu
yang tenggelam di Fenerburnu dan laporan mengenai mayat di
pantai Turki.
Bocah Aylan Kurdi bukan satu-satunya yang tenggelam hari itu.
Kakaknya yang berusia 5 tahun dan ibunya, 27 tahun, juga
meninggal dan tubuh mereka yang terdampar juga ditemukan di
sepanjang pantai Bodrum; mereka berada di antara 12
pengungsi Suriah yang semuanya meninggal setelah kapal
mereka tenggelam di Laut Aegean dalam perjalanan menuju
Kepulauan Yunani.
Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency pada hari
Sabtu (05/09/2015), petugas Ciplak menjelaskan apa yang dia
alami ketika ia mengangkat Aylan. "Yang paling penting bagi
kita adalah kehidupan manusia. Ketika saya mendekati Aylan,
saya mencari tanda-tanda kehidupan dan saya berdoa agar dia
masih hidup, tapi tidak ada apa-apa. Aku merasa begitu sedih,"
katanya.



Ciplak mengatakan bahwa sebelum melihat dirinya sebagai
seorang perwira, ia melihat dirinya sebagai manusia dan seorang
ayah untuk anaknya sendiri yang berusia 6 tahun "sebelum
memikirkan hal lain". Dia menambahkan bahwa Aylan sangat
mengingatkannya kepada anaknya sendiri ketika ia mendekati
tubuh anak itu di pantai.
"Kadang-kadang orang tidak bisa mendekat kepada mayat. Saya
tidak berpikir seperti itu tapi saya mengalami perasaan yang
hanya bisa dirasakan seorang ayah ketika ia memeluk anaknya,"
katanya.
Ia mengatakan bahwa tubuh Aylan terasa berat saat ia
tergeletak di pantai walaupun kenyataannya tubuh Aylan itu
ringan seperti bulu.
Tentang foto dirinya saat menggendong Aylan mendunia,
komandan polisi tersebut mengatakan bahwa tidak pernah
terlintas dalam pikirannya bahwa akibat foto ini dia akan
menjadi berita utama dunia.
Dia juga mengatakan bahwa ketika ia melihat fotonya dengan
Aylan di koran hari berikutnya, ia merasakan sakit yang sama
seperti saat mengangkat tubuh Aylan.
Ciplak, yang memiliki pengalaman investigasi TKP lebih dari 10
tahun, bukan kali ini saja menyaksikan tragedi, tetapi ia
mengatakan bahwa kejadian tersebut mengguncang hingga
tulang-tulangnya.



"Semua orang menyadari ekspresi wajah saya. Mereka bertanya
bagaimana saya bisa membawa beban berat kesedihan seperti
itu," tambahnya.

[IG/BB]

sumber.jurnis.com & arab news

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :