Recent comments

Breaking News

Perguruan pencak silat dan Warga Bertikai, 2 Terluka

Perguruan pencak silat dan Warga Bertikai, 2 Terluka

               sumber Gambar : solo pos.com


BERITA BARU- KARANGANYAR--Sejumlah warga dari dua dukuh, yakni
Dukuh Pandaan dan Daren, Desa Blorong bentrok dengan sekelompok
masyarakat yang mengatasnamakan Persaudaraan Setia Hati Terate
(PSHT), Senin (10/8) sekitar pukul 20.00 WIB.
Akibat kejadian itu, dua orang warga mengalami luka-luka. Salah
satunya Ketua RT 001 Dukuh Pandaan, Widodo. Selain itu, satu
warung makan, lampu penerangan, dua sepeda motor, dan dua rumah
rusak.

Kejadian bermula saat sejumlah
orang pulang menonton pertandingan sepak bola di Lapangan Desa
Blorong pada Senin sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka menikmati
pertandingan sepak bola memperingati HUT ke-70 RI.
Mereka melintas di jembatan kecil di Dukuh Daren seusai menikmati
pertandingan sepak bola sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kaget karena
pada pembatas jembatan itu terdapat tulisan ‘Anti SH’. Tulisan itu
tercetak di salah satu bagian jembatan dan ditulis menggunakan cat
semprot warna putih.

Mereka berhenti untuk menghapus tulisan. Namun, mereka malah
merusak pembatas jembatan menggunakan batu dan mendorong
hingga roboh. Aksi sejumlah orang itu memicu reaksi sejumlah warga
Dukuh Pandaan dan Daren yang pulang dari pembubaran panitia
pernikahan.

Mereka adalah warga Dukuh Daren, Suradi, 56, dan Amir, 21, dan
warga Dukuh Pandaan, Widodo, 47. Tiga orang itu melihat ulah
sejumlah orang yang merusak pembatas jembatan. Sontak, mereka
memberitahu warga yang tinggal di sekitar lokasi. Lantas terjadi
perang batu.

Akibat kejadian itu, dua orang warga mengalami luka ringan, yakni Ali
Mustofa, 27, warga Dukuh Daren Wetan RT 003/RW 014, Desa
Blorong, mengalami luka pada kepala dan Ketua RT 001/RW 010
Dukuh Pandaan Kulon, Widodo, 47, mengalami luka pada kepala
kanan, pelipis kiri, dan telinga kiri. Kerugian materi berupa 15 unit
lampu penerangan di Dukuh Daren pecah, satu warung milik Mariyem
rusak, dua sepeda motor warga Dukuh Pandaan rusak, 2 rumah warga
rusak pada atap dan kaca jendela pecah.

Dua rumah itu milik warga Dukuh Pandaan Wetan RT 002/RW 016,
Marimin, 55, dan Mariyem, 47. Sejumlah anggota Polsek Jumantono
dan Koramil Jumantono turun tangan. Mereka melakukan mediasi
antara warga Desa Blorong yang diwakili Kepala Desa Blorong, Wardi
dan perwakilan PSHT, Widodo. Mediasi dilakukan di Mapolsek
Jumantono sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, melalui
Kapolsek Jumantono, AKP Suryanto, mengatakan kejadian itu kali
pertama di Jumantono. Namun, dia enggan memberikan penjelasan
detail terkait kejadian itu.
Wakapolres Karanganyar, Kompol Rudi Hartono, membenarkan
kejadian itu. Dia mengungkapkan akan mengumpulkan orang-orang
yang terlibat dalam bentrokan pada Selasa. Bahkan, dia akan
memproses sesuai hukum yang berlaku.
[IG/BB]

sumber: solo pos.com

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :