Recent comments

Breaking News

Ada Apa dengan Serangan Saudi ke Yaman?



by Ammi Nur Baits, April 1, 2015
Ada Apa Juga dengan merdeka.com , detik.com dan
sidonews.com ?




__________________
Berita Baru - Saudi Serang Yaman?
Pak ustadz, bagaimana tanggapan Bapak atas keadaan
di Yaman?dimana Arab menyerang Yaman, Israel dan
Amerika berada dibalik penyerangan itu pula..
wassalam

Dari Beny Rusbandinar via Tanya Ustadz for Android

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah,
amma ba’du,
Apa yang terjadi saat ini di Yaman, merupakan
kelanjutan dari pemberontakan Syiah Houthi. Hingga
tanggal 21 September 2014, ibu kota Yaman, Shan’a
jatuh ke tangan Haouthi.
Februari 2015, Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansour
Hadi melarikan diri ke Aden dari ibukota Sanaa.
Sebelumnya dia telah disandera sebagai tahanan rumah
oleh pemberontak Hautsi selama beberapa pekan.
Dan pada Maret 2015, Presiden Mansour Hadi
mengumumkan pemindahan ibukota dan menjadikan
kota Aden sebagai ibukota negaranya. Dia juga
menyatakan bahwa ibukota Sanaa telah menjadi “kota
yang diduduki” oleh pemberontak Syiah.
Karena desakan separatis Houthi yang kian kuat,
akhirnya beliau mengirim surat ke beberapa negara
teluk. Surat yang sangat menyentuh. Presiden Manshur
Hadi menceritakan kondisi Yaman yang sudah berada di
ambang kehancuran, sehingga membutuhkan
pertolongan dari “para saudaranya”. Presiden
menuliskan suratnya dengan sapaan “al-Akh” (saudara)
bagi para pemimpin negara teluk.
Anda bisa simak suratnya di: klik disini
Surat itu ditujukan kepada para pemimpin negara teluk,
Arab Saudi, Uni Emirat, Bahrain, Oman, Kuwait, dan
Qatar. Presiden Mansour mengungkapkan, beliau
menulis surat itu dengan penuh kesedihan atas nasib
yang menimpa negaranya. Beliau mengutip piagam PBB
tentang hak pembelaan diri setiap bangsa, dari
gangguan yang mengancam keselamatan negara, dan
kesepakatan antar-negara teluk untuk bersama-sama
saling melindungi. Atas dasar ini, beliau
mempersilahkan para pemimpin negara teluk untuk
segara mengatasi pemberontak Syiah Houthi di Yaman
dengan kafah wasail (sarana yang memadai).
Bukan Agresi!
Dalam hukum internasional, tindakan agresi itu
dianggap sebagai salah satu kejahatan internasional
yang paling serius sampai tingkatannya sudah Jus
Cogens atau Peremptory Norm (norma tertinggi dalam
hukum internasional.

Apa itu agresi?

Pada Resolusi Majelis Umum PBB No. 3314 tahun 1974,
yang kemudian dikutip di amandemen Statuta Roma
pada Kampala Agreement di Pasal 8, menjelaskan
bahwa pengertian agresi adalah:

“…the use of armed force by a State against the
sovereignty, territorial integrity or political independence
of another State, or in any other manner inconsistent
with the Charter of the United Nations.”

Menggunakan kekuatan militer oleh Negara untuk
menyerang kedaulatan, keutuhan wilayah atau
kemerdekaan politik Negara lain. Atau cara apapun yang
yang tidak sesuai dengan piagam PBB.
Artinya ada dua unsur utama dari agresi,

Pertama, penggunaan kekerasan bersenjata

Kedua, melawan kedaulatan, integritas territorial, dan
kemandirian politik Negara lain.

Ketika kepala negara telah mengizinkan negara lain,
bahkan meminta bantuan negara lain untuk melakukan
tindakan apapun dengan sarana yang memadai, tentu
tidak disebut agresi. Sehingga jelas, pernyataan kemlu
Iran yang menuduh Saudi melakukan ekspansi, sangat
tidak benar. Saudi dan negara-negara teluk lainnya,
memiliki wewenang yang sah secara hukum untuk
melakukan penyerangan ini.

Perang Ideologi

Banyak yang punya kepentingan dengan peristiwa ini.
Bukan hanya kepentingan Yaman, dan negara teluk.
Perang ini mewakili dua ideologi, ISLAM MELAWAN
SYIAH. Kita bisa lihat pro kontra dalam fenomena ini.
Tepat setelah negara-negara teluk melakukan
membombardir kantong-kantogn syiah Houthi, Menlu
Iran langsung membuat pernyataan penolakan. Di saat
yang sama, presiden Turki, Erdogan memberikan
dukungan moral dan membenarkan tindakan Saudi dan
negara teluk lainnya.

Konflik luar negeri, konflik dalam negeri.
Bagi masyarakat Indonesia, semua konflik timur tengah
berimbas pada perang media di tanah air. Masing-
masing mewakili ideologi yang mereka hasung.
Ketika ribuan kaum muslimin sunni Suriah dibantai oleh
rezim Basyar al-Asad yang berideologi Syiah, jangankan
situs MERDEKA, DETIK saja tutup bicara. Di saat yang
sama, pasukan syiah membuat berbagai pembelaan,
semacam MUHSIN LABIB dan DINA SULAIMAN.
Sesaat setelah syiah Houthi terpojokkan, sejuta tuduhan
dusta untuk Saudi dikerahkan.
Tidak jauh jika kita menyatakan, INI PERANG IDEOLOGI.
Dulu, ketika Romawi dan Persia berperang, terjadi
ketegangan antara para sahabat dan orang musyrikin
Quraisy. Kaum muslimin lebih berpihak kepada Romawi,
karena mereka beragama nasrani yang itu lebih dekat
dengan agama samawi. Sementara orang Quraisy
berpihak kepada Persia, penganut Majusi penyembah
api, karena lebih dekat dengan kesyirikan.
Sekalipun di Mekah tidak terjadi perang fisik, namun ini
memicu perang dingin. Hingga Abu Bakr berani
melakukan taruhan dengan orang musyrik untuk
membuktikan siapa yang menang. Abu Bakr yakin,
Romawi akan menang, sebagaimana janji Allah di surat
ar-Rum. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/298).

Jika anda diberi pilihan, antara muslim ahlus sunah
dengan kelompok syiah, kemanakah anda akan
berpihak. KEBERPIHAKAN ANDA MENENTUKAN
IDEOLOGI ANDA.

Perang Media

Syiah memiliki prinsip, lemparkan KEBOHONGAN, bela
paham Khomaini. Karena mereka memiliki AQIDAH
TAQIYAH, berbohong demi membela kepentingannya.
Anda bisa baca: Doktrin Aliran Syiah yang Paling
Berbahaya di sini:di sini
Beberapa hari yang lalu, MERDEKA membuat pernyataan
bahwa dalam invansi Saudi, mereka dibantu Israel untuk
menyerang Yaman.

Silakan cek di sini (semoga belum dihapus): merdeka.com

Silakan baca juga ulasannya di sini:
fimadani.com

Dan sidonews.com juga ikut memajang:
sindonews.com

Ternyata setelah diusut, sumbernya adalah pernyataan
Hassan Zayd, sekutu pemberontak syiah Houthi. Kenapa
merdeka, karena situs ini digawangi FAISAL ASSEGAF,
seorang SYIAH TULEN.
Tidak jauh berbeda, yang dilakukan DETIK, untuk
menjatuhkan martabat ahlus sunah, tidak segan
membuat berita memalukan, Saudi menyerang Yaman,
membunuh wanita dan anak-anak..??
Padahal realita di lapangan, pemberontak Houthi
menyerang warga pengungsi.
Ada juga yang mencoba dengan sedikit analisis, bahwa
misi terbesar Saudi adalah untuk perluasan wilayah dan
untuk kepentingan ekonomi. Apa yang hendak direbut
Saudi dari Yaman, hingga harus mengeluarkan dana
besar untuk melakukan penyerangan udara, sementara
negara ini sudah sangat mapan.
Sayangnya, para pendusta itu lebih banyak bicara.
Semoga Allah melindungi umat islam dari kedustaan
mereka.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh
Ustadz Ammi Nur Baits
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com )

[IG/BB]

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :