Recent comments

Breaking News

10 Media islam Penuhi undangan KEMKOMINFO





Berita Baru - Setelah mendapat desakan
dan tuntutan dari sejumlah pihak, akhirnya
Kementerian Komunikasi dan Informasi
(Kemenkominfo), Selasa (07/04), mengundang
perwakilan media-media Islam yang diblokir
lembaga negara tersebut. Setidaknya sepuluh dari
sembilan belas media Islam yang diblokir diundang
secara resmi oleh Kemenkominfo. yang hadir dalam pertemuan
ini perwakilan media Islam dari situs arrahmah.com,
Hidayatullah.com, salam-online.com,
aqlislamiccenter.com, kiblat.net, gemaislam.com,
panjimas.com, muslimdaily.net, voa-Islam.com dan
dakwatuna.com. Pertemuan ini sendiri digelar
tertutup di kantor Kemenkominfo di JL. Medan
Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat.
Tujuan pertemuan ini dalam rangka silaturahim,
klarifikasi, sekaligus membahas penanganan
pemblokiran situs terkait.
Mengawali pembicaraan, Direktur e-business Azhar
yang selaku perwakilan Kemkominfo menjelaskan
panjang lebar mengenai sarat penyelenggaraan
elektronik. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan
elektronik harus terdaftar secara resmi.
Hal senada juga disampaikan, Dirjen Aplikasi dan
Informatika (APTIKA), Bambang Heru. Ia
menjelaskan penyelenggaraan sistem elektronik
harus berprinsip tata kelola. Oleh karena itu, dia
menyarankan situs-situs media islam untuk
mendaftarkan situsnya kepada Kemenkominfo.
“Prinsipnya bukan izin, tapi prinsipnya
penyelenggaraan elektronik mendaftar saja, agar
penyelenggaraan sistem elektronik dapat tertata
kelola,” ujar Bambang. Ia juga menyarankan situs
media Islam untuk menggunakan domain Indonesia
berupa .id (dot id), karena domain dot com
merupakan milik Amerika.
Sementara itu, perwakilan media Islam, Mahladi
mengajukan sejumlah permintaan kepada
Kemenkominfo. Di antaranya, Kemenkominfo harus
merehabilitasi nama baik situs-situs yang diblokir.
“Kami juga meminta agar Kemenkominfo segera
menormalisasi atau membuka blokir situs Islam,”
desaknya.
Selain itu, Mahladi meminta Kemenkominfo untuk
meminta maaf secara terbuka. Kemkominfo juga
diminta menjelaskan apa yang dimaksud
radikalisme.
“Karena sampai saat ini kami dan teman-teman
masih bingung apa yang dimaksud radikal,”
tegasnya.

[IG/BB]
sumber.kiblat.id

No comments

Silahkan berkomentar di kolom sini :